<a href=http://zawa.wordpress.com>Zawa Clocks</a>

Pages

RSS

Selasa, 27 Maret 2012

Peran Keluarga terhadap Perkembangan Anak SD

Keluarga adalah tempat pertama sekaligus utama bagi seseorang dalam hidupnya. Keluarga berperan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan seorang anak.
Kali ini saya ingin share makalah tentang peran keluarga terhadap perkembangan anak SD.

Semoga bermanfaat... ! ^^




PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah.
Kedudukan dan fungsi suatu keluarga dalam kehidupan manusia bersifat primer dan fundamental. Keluarga pada hakekatnya merupakan wadah pembentukan masing-masing anggotanya, terutama anak-anak yang masih berada dalam bimbingan tanggung jawab orangtuanya.
Perkembangan anak pada umumnya meliputi keadaan fisik, emosional sosial dan intelektual. Bila kesemuanya berjalan secara harmonis maka dapat dikatakan bahwa anak tersebut dalam keadaan sehat jiwanya. Dalam perkembangan jiwa terdapat periode-periode kritik yang berarti bahwa bila periode-periode ini tidak dapat dilalui dengan harmonis maka akan timbul gejala-gejala yang menunjukkan misalnya keterlambatan, ketegangan, kesulitan penyesuaian diri kepribadian yang terganggu bahkan menjadi gagal sama sekali dalam tugas sebagai makhluk sosial untuk  mengadakan hubungan  antar  manusia  yang  memuaskan baik  untuk  diri sendiri maupun untuk orang di lingkungannya.
Keluarga  merupakan  kesatuan  yang  terkecil  di  dalam  masyarakat tetapi menempati kedudukan yang primer dan fundamental, oleh sebab itu keluarga mempunyai peranan yang besar dan vital dalam mempengaruhi kehidupan seorang anak, terutama pada tahap awal maupun tahap-tahap kritisnya. Keluarga yang gagal memberi cinta kasih dan perhatian akan meupuk kebencian, rasa tidak aman dan tindak kekerasan kepada anak-anaknya. Demikian pula jika keluarga tidak dapat menciptakan suasana pendidikan, maka hal ini akan menyebabkan anak-anak terperosok atau tersesat jalannya.

Dalam makalah ini penulis menyajikan mengenai pengaruh keluarga terhadap perkembangan anak sekolah dasar.




Perumusan Masalah
1.      Apa fungsi keluarga?
2.      Bagaimana pengaruh keluarga terhadap perkembangan anak?
3.      Bagaimana peran keluarga terhadap perkembangan anak?


Tujuan Penulisan
1.      Menjelaskan mengenai fungsi keluarga.
2.      Menjelaskan mengenai pengaruh keluarga terhadap perkembangan anak.
3.      Menjelaskan peran keluarga dalam perkembangan anak.





 PEMABAHASAN

  1. Pengertian Keluarga

Lingkungan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi perkembangan anak. Secara garis besar, ada tiga klasifikasi lingkungan perkembangan utama yang dikenal, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat. Dalam konteks pendidikan, tiga macam lingkungan ini disebut tripusat pendidikan.
Lingkungan  keluarga  merupakan  lingkungan  pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan didikan dan bimbingan. Juga dikatakan lingkungan yang utama, karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga.
Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan anak adalah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga yang lain.
Dari definisi tersebut dapat dirumuskan intisari pengertian keluarga, yaitu sebagai berikut :
1.      Keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu, dan anak,
2.      Hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah, perkawinan dan / atau adopsi,
3.      Hubungan antar anggota keluarga dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab, dan
4.      Fungsi keluarga adalah memelihara, merawat, dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial.

Dengan demikian terlihat betapa besar tanggung jawab orang tua terhadap anak. Bagi seorang anak, keluarga merupakan persekutuan hidup pada lingkungan keluarga tempat di mana ia menjadi diri pribadi atau diri sendiri. Keluarga juga merupakan wadah bagi anak dalam konteks proses belajarnya untuk mengembangkan dan membentuk diri dalam fungsi sosialnya. Di samping itu, keluarga merupakan tempat belajar bagi anak dalam segala sikap untuk berbakti kepada Tuhan sebagai perwujudan nilai hidup yang tertinggi.
Dengan  demikian  jelaslah  bahwa  orang  yang pertama dan utama bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dan pendidikan anak adalah orang tua.

  1. Perkembangan Fungsi dan Peranan Keluarga
Keluarga merupakan institusi sosial yang bersifat universal dan multifungsional. Fungsi pengawasan, sosial, pendidikan, keagamaan, perlindungan, dan rekreasi dilakukan oleh keluarga terhadap anggota-anggotanya. Namun sekarang ini sebagian fungsi – fungsi tersebut sudah mengalami pergeseran, antara lain :
§  Fungsi pendidikan.
Dahulu keluarga merupakan satu-satunya institusi pendidikan. Fungsi pendidikan   keluarga ini telah mengalami banyak perubahan. Secara informal fungsi pendidikan keluarga masih tetap penting, namun secara formal fungsi pendidikan itu telah diambil alih oleh sekolah. Apabila dulu fungsi sekolah terbatas pada pendi- dikan intelek, maka kecenderungan sekarang pendidikan sekolah diarahkan kepada anak sebagai seorang pribadi.
§  Fungsi rekreasi
Dulu keluarga merupakan medan rekreasi bagi anggota- anggotanya. Sekarang pusat-pusat rekreasi di luar keluarga, seperti  gedung bioskop, panggung sirkus, lapangan olah raga, kebun binatang, taman-taman, nightclub, komunitas pengguna jasa internet dan lain sebagainya dipandang lebih menarik.
§  Fungsi Keagamaan
Dulu keluarga merupakan pusat pendidikan upacara ritual dan ibadah agama bagi para anggotanya di samping peranan yang dilakukan oleh institusi agama. Proses sekularisasi dalam masyarakat dan merosotnya pengaruh institusi agama menimbulkan kemunduran fungsi keagamaan keluarga.
§  Fungsi Perlindungan
Dahulu keluarga berfungsi memberikan perlindungan, baik fisik maupun sosial, kepada para anggotanya. Sekarang banyak fungsi perlindungan dan perawatan ini telah diambil alih oleh badan-badan sosial, seperti tempat perawatan bagi anak-anak cacat tubuh dan mental, anak yatim piatu, anak- anak nakal, orang-orang lanjut usia, perusahaan asuransi dan sebagainya.

Menurut Vembriarto (1990) ada tiga macam fungsi yang tetap melekat sebagai cirri hakiki keluarga, yaitu sebagai berikut.
a.             Fungsi biologis
Keluarga merupakan tempat lahirnya anak-anak, fungsi biologis orang tua ialah melahirkan anak. Fungsi ini merupakan dasar kelangsungan hidup masyarakat.
b.            Fungsi afeksi
Dalam keluarga terjadi hubungan sosial yang penuh dengan afeksi-afeksi kemesraan. Dari hubungan cinta kasih ini lahirlah hubungan persaudaraan, persahabatan, kebiasaan, identifikasi, persamaan pandangan mengenai nilai-nilai. Dalam masyarakat yang makin impersonal, sekuler dan asing, pribadi sangat membutuhkan hubungan afeksi yang secara khusus hanya terdapat dalam kehidupan keluarga.
c.             Fungsi sosialisasi
Fungsi sosialisasi ini menunjuk peranan keluarga dalam membentuk kepribadian anak. Melalui interaksi sosial dalam keluarga itu anak mempelajari pola-pola tingkah laku, sikap, keyakinan, cita-cita dan nilai-nilai dalam masyarakat dalam proses perkembangan pribadinya.

  1. Pengaruh Keluarga terhadap Perkembangan Anak
Radin (Seifert & Hoffnung, 1991) menjelaskan enam kemungkinan cara yang dilakukan orangtua dalam mempengaruhi anak, yakni:
1.      Pemodelan Perilaku (modeling of behaviors).
Disengaja atau tidak, orang tua dengan sendirinya akan menjadi model bagi anaknya. Cara dan gaya orang tua berperilaku akan menjadi sumber objek imitasi bagi anak. Tidak hanya yang baik – baik saja yang diterima oleh anak, tapi sifat – sifat yang jeleknya pun akan dilihat pula.
2.      Memberikan ganjaran dan hukuman (giving rewards and punishments).
Orang tua mempengaruhi anaknya dengan cara memberi ganjaran terhadap perilaku tertentu dan memberi hukuman terhadap perilaku lainnya.
3.      Perintah langsung (direct instruction).
Kadang – kadang orang tua secara sederhana mengatakan kepada anak seperti berikut: “Jangan malas belajar!”, “Cepat mandi, nanti sekolahnya kesiangan!”.
4.      Menyatakan peraturan-peraturan ( stating rules).
Secara berulang - ulang orang tua menyatakan peraturan – peraturan umum secara tidak tertulis yang berlaku di rumah.
5.      Nalar ( reasoning).
Pada saat menjengkelkan, orang tua bisa mempertanyakan kapasitas anak untuk bernalar untuk mempengaruhi anaknya. Contoh, orang tua bisa mengingatkan anaknya tentang kesenjangan perilaku dengan nilai yang dianut.
6.      Menyediakan fasilitas atau bahan-bahan dan adegan suasana ( providing materials and settings).
Orang tua dapat mempengaruhi perilaku anak dengan mengontrol fasilitas atau bahan – bahan dan adegan suasana.



  1. Gaya Pengasuhan Orangtua dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Anak

Gaya pengasuhan orangtua (parenting style)
Tipe
Perilaku Orang tua
Karakteristik anak
·         Otoriter
Kontrol yang ketat dan sepihak, menuntut ketaatan penuh tanpa memberi kesempatan anak untuk berdialog, dominan dalam mengawasi dan mengendalikan anak, lebih senang menggunakan hukuman dalam menerapkan peraturan
Menarik diri dari pergaulan serta tidak puas dan tidak percaya dengan orang lain.
·         Permisif

Tidak mengontrol, tidak menuntut, tidak memberi arahan & bimbingan, memberikan banyak kebebasan kepada anak, cenderung membiarkan anak saat melakukan kesalahan
Kurang dalam harga diri, kendali diri, dan kecenderungan untuk berekplorasi
·         Otoritatif
Menuntut dengan pemahaman dan bukan dengan paksaan,
Berdialog (memberi dan menerima) secara verbal, mengontrol
Mandiri, bertanggung jawab secara sosial, memiliki kendali diri, eksploratif, dan percaya diri.


  1. Persoalan Keluarga dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Anak
Permasalahan keluarga :
Anak Depresi
  • Orangtua yang bekerja
Adanya tuntutan ekonomi, pergeseran pandangan tentang peran wanita telah mendorong banyak ibu rumah tangga sekarang turut bekerja mencari nafkah. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kaitannya dengan kepentingan pendidikan dan perkembangan anak.
Namun demikian, ibu yang bekerja maupun tidak sebenarnya sama – sama memiliki potensi untuk memberikan dampak positif dan negative terhadap kehidupan keluarga.
  • Orangtua yang bercerai
Perceraian orang tua dapat merupakan suatu peristiwa yang dapat menimbulkan shock dan konflik berat serta perubahan drastis bagi anggota keluarganya, termasuk anak. Selain tekanan ekonomi, persoalan lain yang muncul adalah tekanan psikologis. Berbagai persoalan yang dialami orang tua, pada akhirnya terekspresikan di saat berinteraksi dengan anak. Mereka menjadi emosional, mudah marah dan berperilaku agresif terhadap anak.




Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
Keluarga  merupakan  kesatuan  yang  terkecil  di  dalam  masyarakat tetapi menempati kedudukan yang primer dan fundamental, oleh sebab itu keluarga mempunyai peranan yang besar dan vital dalam mempengaruhi kehidupan seorang anak, terutama pada tahap awal maupun tahap-tahap kritisnya.



Saran
Orang tua merupakan panutan bagi anak-anaknya, untuk itu sebaiknya orang tua dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Orang tua juga harus membuka diri terhadap perkembangan zaman dan teknologi saat ini. Anak-anak memiliki pemikiran yang kritis terhadap sesuatu yang baru.




DAFTAR PUSTAKA


Wahab, Drs. H. Rohmat, MPd, MA(1998), Perkembangan dan Belajar Peserta Didik, Depdikbud

0 komentar:

Poskan Komentar